Monthly Archives: June 2015

“Join Dependency & Inference Rules dalam Functional Dependency”


Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang Join Dependency dan juga Inference Rules dalam konteks Functional Dependency.
 
Join Dependency adalah sebuah kondisi dimana sebuah tabel yang telah didekomposisi menjadi tabel-tabel kecil, harus bisa digabungkan (join) lagi membentuk tabel semula.
 
Contoh sederhananya adalah : 
 
Ada sebuah tabel “Pelanggan” yang terdiri dari beberapa atribut : 
 
Nomor antrian, nama pelanggan, nama barang
 
Tabel tersebut dapat kita pecah menjadi 2 tabel kecil dengan masing-masing atribut yang memiliki Join Dependency : 
 
Tabel “Pelanggan” : Nomor antrian, Nama pelanggan
Tabel “Barang” : Nomor antrian, Nama barang
 
Kita dapat menggabungkan kedua tabel tersebut kembali menjadi satu tabel seperti tabel yang semula diatas.
 
Inference rules merupakan bentuk logika yang berisi sebuah fungsi yang menggunakan premis dengan analisis sintaks, dan mengembalikan sebuah kesimpulan (conclusion). 
 
Salah satu contoh inference rules yang berhubungan dengan Functional Dependencies adalah Armstrong’s Axioms yang terdiri dari 7 aturan : 
 
– Refleksivity : Jika B adalah sebuah subset dari A, maka A -> B
 
– Augmentation : Jika A -> B, maka A,C -> B,C
 
– Transitivity : Jika A -> B dan B -> C, maka A -> C
 
– Self-Determination : A -> A
 
– Decomposition : Jika A -> B,C maka A -> B dan A -> C
 
– Union : Jika A -> B dan A -> C, maka A -> B,C
 
– Composition : Jika A -> B dan C -> D, maka A,C -> B,D
Advertisements
%d bloggers like this: