Author Archives: David Febryanto (D.F)

“Tahapan Penelitian, Tipe-tipe Penelitian Bisnis dan perbedaannya, beserta Jenis Penelitian dan perbedaannya”


Tahapan-tahapan penelitian : 

  • Mendefinisikan tujuan penelitian
  • Mendesain/ merancang penelitian (Memilih teknik penelitian yang sesuai)
  • Sampling (Probability / Non-Probability) / Merancang suatu sampel
  • Mengumpulkan data (Primer / Sekunder)
  • Menganalisis data
  • Menarik kesimpulan dan membuat laporan hasilnya

Tipe-tipe Penelitian Bisnis : 

  • Exploratory Research : Memperjelas situasi yang sedang ambigu atau menemukan peluang bisnis yang potensial.
  • Descriptive Research : Menggambarkan karakteristik objek, orang, kelompok, organisasi, atau lingkungan.
  • Causal Research : Mengidentifikasi sebab-akibat dari sebuah permasalahan, dimana efek akibat tersebut merupakan hasilnya.
    • *Perlu diketahui bahwa Causal Research memiliki 3 bagian penting di dalamnya, yaitu:
      • Temporal Sequence : Berhubungan dengan urutan waktu kejadian (Chronological).
      • Concomitant Variation : Dua kejadian bervariasi secara sistematis.
      • Nonsporious Association : Korelasi antara sebab dan akibat benar tanpa adanya variabel lain.

Perbedaan karakteristik dari Penelitian Exploratory, Descriptive, dan Causal : 

  • Exploratory Research : 
    • Ambigu
    • Tidak terstruktur
    • Kunci utama pada pertanyaan untuk penelitian
    • Dilakukan pada setiap langkah dalam penelitian
    • Hasil berorientasi terhadap penemuan dan produktivitas
  • Descriptive Research :
    • Terdefinisi sebagian
    • Terstruktur
    • Kunci utama pada pertanyaan untuk penelitian
    • Dilakukan saat langkah berikutnya dalam pengambilan keputusan
    • Hasil dapat dikonfirmasi walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut
  • Causal Research : 
    • Terdefinisi dengan jelas
    • Sangat terstruktur
    • Kunci utama pada hipotesis penelitian
    • Dilakukan saat langkah berikutnya dalam pengambilan keputusan
    • Hasil dapat dikonfirmasi dan cukup konklusif

Jenis Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif) beserta perbedaannya :

  • Penelitian Kuantitatif : 
    • Bersifat deskriptif dan lebih menggunakan analisis
    • Tujuan utamanya adalah menemukan ide
    • Pendekatan yang dipakai bersifat observasi dan interpretasi
    • Pengumpulan data tidak terstruktur (menggunakan form bebas)
    • Sample yang kecil
    • Peneliti ikut terlibat di dalamnya sehingga hasil penelitian bersifat subjektif menurut peneliti
  • Penelitian Kualitatif : 
    • Bersifat ilmiah dan menggunakan pengukuran numerik
    • Tujuan utamanya adalah menguji hipotesis
    • Pengumpulan data lebih terstruktur
    • Sample yang besar
    • Peneliti tidak ikut terlibat sehingga hasil penelitian bersifat objektif

 

“Join Dependency & Inference Rules dalam Functional Dependency”


Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang Join Dependency dan juga Inference Rules dalam konteks Functional Dependency.
 
Join Dependency adalah sebuah kondisi dimana sebuah tabel yang telah didekomposisi menjadi tabel-tabel kecil, harus bisa digabungkan (join) lagi membentuk tabel semula.
 
Contoh sederhananya adalah : 
 
Ada sebuah tabel “Pelanggan” yang terdiri dari beberapa atribut : 
 
Nomor antrian, nama pelanggan, nama barang
 
Tabel tersebut dapat kita pecah menjadi 2 tabel kecil dengan masing-masing atribut yang memiliki Join Dependency : 
 
Tabel “Pelanggan” : Nomor antrian, Nama pelanggan
Tabel “Barang” : Nomor antrian, Nama barang
 
Kita dapat menggabungkan kedua tabel tersebut kembali menjadi satu tabel seperti tabel yang semula diatas.
 
Inference rules merupakan bentuk logika yang berisi sebuah fungsi yang menggunakan premis dengan analisis sintaks, dan mengembalikan sebuah kesimpulan (conclusion). 
 
Salah satu contoh inference rules yang berhubungan dengan Functional Dependencies adalah Armstrong’s Axioms yang terdiri dari 7 aturan : 
 
– Refleksivity : Jika B adalah sebuah subset dari A, maka A -> B
 
– Augmentation : Jika A -> B, maka A,C -> B,C
 
– Transitivity : Jika A -> B dan B -> C, maka A -> C
 
– Self-Determination : A -> A
 
– Decomposition : Jika A -> B,C maka A -> B dan A -> C
 
– Union : Jika A -> B dan A -> C, maka A -> B,C
 
– Composition : Jika A -> B dan C -> D, maka A,C -> B,D

“JDBC : Java Database Connectivity”


java-jdbc

Kali ini saya akan membahas salah satu topik Web Programming, yaitu JDBC.

JDBC merupakan salah satu teknologi yang diciptakan oleh Oracle dimana teknologi ini merupakan sebuah Application Programming Interface untuk bahasa pemrograman Java. Dengan JDBC, client bisa mengakses sebuah database dan melakukan update data di dalam database. Databasenya bisa saja seperti MySQL atau MsAccess. JDBC ini mempunyai relasi dengan Web Apps dan DB Server.

Kegunaan utama JDBC itu adalah : 

1. Simultaneous Connection to Several / Single Database 

Kegunaan utama JDBC adalah melakukan koneksi secara bersamaan ke beberapa database atau satu database.

2. Transaction Management

Dengan JDBC, kita bisa memakai sintaks DDL, DML, TCL.

>Buat yang belum tahu atau mungkin lupa tentang DDL, DML, dan TCL :

>>DDL (Data Definition Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah CREATE, DROP, dan ALTER

>>DML (Data Modification Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah INSERT, UPDATE, DELETE, dan SELECT

>> TCL (Transaction Control Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah COMMIT, ROLLBACK, dan SAVEPOINT

3. Akses Metadata

Dengan JDBC, kita bisa mengakses metadata dimana pengertian Metadata itu sendiri adalah sebuah data yang mendekskripsikan data yang lainnya. Contoh mudahnya adalah atribut penerbit, tanggal modifikasi, tanggal dibuat, dan ukuran file yang membuat sebuah dokumen dapat dicari lebih mudah dengan melakukan filter pada atribut tersebut.

4. Mendukung Static & Dynamic SQL Statement

Apa bedanya Static SQL Statement dan Dynamic SQL Statement?

>Static SQL Statement berjalan sesuai dengan query yang telah kita buat.

>>Contoh Static SQL Statement :  SELECT * FROM MsCustomer WHERE CustomerName like ‘A%’

Penjelasan : Hasil yang ditampilkan adalah data yang pasti dengan nama Customer yang mengandung inisial ‘A’

>Dynamic SQL Statement berjalan secara dinamis atau tergantung dari inputan yang dilakukan oleh user dan biasanya pada query-nya mengandung unsur ‘?’

>> Contoh Dynamic SQL Statement : SELECT * FROM MsCustomer WHERE CustomerName like ‘+Name+’

Penjelasan : Hasil yang ditampilkan tergantung inputan user. Misalkan user menginput nama “Andi”, maka hasil yang keluar adalah data yang mengandung nama “Andi”. Begitu juga dengan inputan user yang lainnya.

Notes tambahan dalam topik JDBC : 

– Connection Pooling : Metode yang memanfaatkan Database supaya bisa dipakai oleh beberapa proses dan menghemat waktu (efisien)

– Tiga contoh deklarasi dalam JDBC :

>> Connection con = DriverManager.getConnection(www.url.com); //melakukan koneksi dari DriverManager ke alamat url yang dituju

>> Statement s = con.createStatement(); //membuat statement pada suatu object

>> ResultSet rs = s.executeQuery(SELECT * FROM Customer);  //menyimpan data dari hasil query SQL

“con”, “s”, dan “rs” kita anggap seperti nama singkatnya sehingga saat kita ingin memanggil fungsi dari mereka, maka kita hanya perlu mengetik inisial tersebut dan hasilnya akan sama (fungsinya seperti define).

Dalam ResultSet, ada 2 perbedaan dalam eksekusi SQL Statement yang kita gunakan sesuai kebutuhan :

>>> executeQuery(SQL Statement) :

Digunakan saat ingin memakai fungsi SELECT

ReturnType : ResultSet

>>> executeUpdate(SQL Statement) :

Digunakan saat ingin memakai fungsi INSERT, UPDATE, DELETE, CREATE, dan DROP

ReturnType : Int

———————————————————–End——————————————————————

*Sekian pembahasan singkat tentang JDBC, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Don’t forget to “Follow this blog” to stay connected with my wordpress 🙂

**Jika ada informasi yang salah atau ingin sekedar bertanya silakan comment di bawah, I would reply it as soon as I see it.

Thanks for reading 🙂

“Channel Allocation Problem, Control of Medium Access, Distributed Control, Multiple Access Protocol, CSMA/CD, dan CSMA/CA”


Berikut adalah rangkuman yang saya buat dari salah satu topik dalam mata kuliah Jaringan Komputer : 

*Channel Allocation Problem :

– Bagaimana mengalokasikan sebuah jalur komunikasi menuju multiple user (berkompetisi)
– Key parameters in any medium access control technique :
>>WHERE
>>HOW

– Protocol digunakan untuk memeriksa siapa yang berhak melanjutkan pada sebuah jalur multi access
– Protocol adalah bagian dari Data Link Layer (DLL)
– MAC (Medium Access Control) adalah sublayer DLL yang mengambil peran besar dalam memeriksa akses dari sebuah channel

*Control of Medium Access
– Synchronous >> Channel yang disediakan harus digunakan
– Asynchronous
– Round Robin
>> Semua station dapat giliran
>> Teknik ini efektif untuk banyak node dengan data yang dikirim tidak melebihi selang waktu yang diberikan padanya.
>> Teknik ini tidak efektif jika banyak data yang akan dikirim dan hanya sebagian node saja yang mengirim
>> Setiap node diberi kesempatan untuk mengirim / Tranby Rotasi

– Reservation
>> Akan sangat baik untuk diterapkan jika data banyak dikirim pada satu node dan terus menerus, sedang pada node lainnya
tidak ada data (stream traffic)

– Contention
>> Pure ALOHA, Slotted ALOHA, Reservation ALOHA, CSMA, CSMA/CD
>> Pentransmisian sporadis dan terminal interaktif dengan host, jika ini metoda pengirimannya, maka akan sangat cocok

*Distributed Control

Kerugian :
– Efisiensi channel yang rendah dengan jumlah host yang besar
– Tidak cocok untuk continuous traffic (contoh : suara) sehingga suara
dapat beresiko putus-putus

*Contention Access Methods :
– Pure ALOHA >> Dasar
– Slotted ALOHA >> Terkontrol
– CSMA : 1-Persistent CSMA, Non-Persistent CSMA, P-Persistent / Probabilitas-Persistent CSMA
– CSMA/CD
– CSMA/CA

*Contention
– Single channel yang dibagi oleh sejumlah besar host
– Tidak ada koordinasi antara host
– Control didistribusikan secara sempurna
– Tidak mendukung priority traffic (First Come, First Served)

Keuntungan :
– Short delay dari ledakan traffic
– Simple (berdasarkan pada distributed control)
– Fleksibel terhadap perkembangan jumlah host
– Fairness (Kewajaran)

*Dynamic Control
– Carrier Sense 
– No Carrier Sense
>> Efektif pada user yang tidak terkoordinasi yang berkompetisi untuk
penggunaan dari sebuah single shared channel

*Medium Sharing techniques
– Static Channelization : Static & Collision free sharing (FDMA, TDMA)
>> Membuat partisi medium menjadi channel yang terpisah, yang mana
kemudian didedikasikan kepada particular user
>> Advantage :
– No collisions
– Perfect fairness (setiap node mendapatkan kecepatan transmisi yang
didekasikan selama tiap rentang waktu
(cocok untuk streaming data ; contoh : voice streams)

*Scheduling
– Reservation
>> Sebuah station perlu menyediakan channel sebelum mengirimkan frames
>> Waktu terbagi menjadi slots, dimana setiap waktu slot dikirimkan
sebuah frame penyedia pada mulanya

– Polling
>> Terpusat
>> Digunakan di network dimana satu perangkat didesain sebagai primary
station dan sisa yang lainnya adalah secondary station
>> Semua pertukaran data dalam network diatur oleh primary station

– Token Passing
>> Node di dalam network diorganisir dalam sebuah logical ring
>> Two high-speed Token Ring Networks : FDDI (Fiber) dan CDDI (Copper)

*Multiple Access Protocols

>>Random-access protocols
– MA
– CSMA
– CSMA/CD
– CSMA/CA

>>Controlled-access protocols
– Reservation
– Polling
– Token Passing

>>Channelization protocols
– FDMA
– TDMA
– CDMA

*Carrier Sense Multiple Access / CSMA
– Prinsip : Listen Before Talk
– Bisa meningkatkan performance
– Protocolnya disebut carrier sense protocols
– Melihat dulu apakah ada yang sedang men-transmit sebelum memulai transmitting
– Prinsip kerja :
>>1-Persistent
>>Non-persistent
>>P-persistent

Collision Detection
– Ide dasar dalam CSMA
>> Listen while Talk (Transmitting)

CSMA dengan Collision Detection
– IEEE 802.3 adalah sebuah standar dari sebuah 1-persistent CSMA/CD LAN
>> Jika kabel sedang sibuk, station menunggu sampai cable sudah tersedia
– Ethernet adalah implementasi yang spesifik

“Greedy Methods”


Greedy = Serakah;

Secara arti, greedy methods berarti seperti memilih langsung sesuai perkiraannya dan ingin cepat tanpa mempertimbangkan hasilnya terlebih dahulu. Greedy methods merupakan solusi yang lumayan baik dalam menyelesaikan masalah, tapi bukan solusi yang terbaik.

Teknik yang popular dalam Problem Solving : 

– Greedy Method

(Memilih secara cepat sesuai perkiraannya tanpa mempertimbangkan hasilnya lebih dulu)

– Dynamic Programming

(Memilih alternatif; Contoh : rute dari Jakarta ke Surabaya bisa melalui akses darat atau udara)

– Data Compression

(Data yang besar dicompress menjadi yang lebih kecil lagi)

– Backtracking

(Jika jalan / langkahnya sudah tidak memungkinkan maka akan pindah ke jalan / langkah yang lebih memungkinkan)

– Branch and Bound

(Algoritma umum untuk menemukan solusi optimal dari berbagai variasi masalah)

 

Knapsack Problem in Greedy Method

– Fractional Knapsack Problem >> Dapat diatasi dengan GM

(Value tertinggi dalam satuan dicari dan jumlah pengambilan bisa desimal)

 

– 0/1 Knapsack Problem >> Tidak dapat diatasi dengan GM

(Mencari semua kemungkinan value dengan tabel untuk mendapat value tertinggi)

 

– Bounded Knapsack Problem >> Dapat diatasi dengan GM

(Data harus berbeda-beda untuk mendapatkan value tertinggi)

 

– Unbounded Knapsack Problem >> Dapat diatasi dengan GM

(Data bisa sama untuk mendapatkan value tertinggi)

%d bloggers like this: