Category Archives: Semester 6

“Tahapan Penelitian, Tipe-tipe Penelitian Bisnis dan perbedaannya, beserta Jenis Penelitian dan perbedaannya”


Tahapan-tahapan penelitian : 

  • Mendefinisikan tujuan penelitian
  • Mendesain/ merancang penelitian (Memilih teknik penelitian yang sesuai)
  • Sampling (Probability / Non-Probability) / Merancang suatu sampel
  • Mengumpulkan data (Primer / Sekunder)
  • Menganalisis data
  • Menarik kesimpulan dan membuat laporan hasilnya

Tipe-tipe Penelitian Bisnis : 

  • Exploratory Research : Memperjelas situasi yang sedang ambigu atau menemukan peluang bisnis yang potensial.
  • Descriptive Research : Menggambarkan karakteristik objek, orang, kelompok, organisasi, atau lingkungan.
  • Causal Research : Mengidentifikasi sebab-akibat dari sebuah permasalahan, dimana efek akibat tersebut merupakan hasilnya.
    • *Perlu diketahui bahwa Causal Research memiliki 3 bagian penting di dalamnya, yaitu:
      • Temporal Sequence : Berhubungan dengan urutan waktu kejadian (Chronological).
      • Concomitant Variation : Dua kejadian bervariasi secara sistematis.
      • Nonsporious Association : Korelasi antara sebab dan akibat benar tanpa adanya variabel lain.

Perbedaan karakteristik dari Penelitian Exploratory, Descriptive, dan Causal : 

  • Exploratory Research : 
    • Ambigu
    • Tidak terstruktur
    • Kunci utama pada pertanyaan untuk penelitian
    • Dilakukan pada setiap langkah dalam penelitian
    • Hasil berorientasi terhadap penemuan dan produktivitas
  • Descriptive Research :
    • Terdefinisi sebagian
    • Terstruktur
    • Kunci utama pada pertanyaan untuk penelitian
    • Dilakukan saat langkah berikutnya dalam pengambilan keputusan
    • Hasil dapat dikonfirmasi walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut
  • Causal Research : 
    • Terdefinisi dengan jelas
    • Sangat terstruktur
    • Kunci utama pada hipotesis penelitian
    • Dilakukan saat langkah berikutnya dalam pengambilan keputusan
    • Hasil dapat dikonfirmasi dan cukup konklusif

Jenis Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif) beserta perbedaannya :

  • Penelitian Kuantitatif : 
    • Bersifat deskriptif dan lebih menggunakan analisis
    • Tujuan utamanya adalah menemukan ide
    • Pendekatan yang dipakai bersifat observasi dan interpretasi
    • Pengumpulan data tidak terstruktur (menggunakan form bebas)
    • Sample yang kecil
    • Peneliti ikut terlibat di dalamnya sehingga hasil penelitian bersifat subjektif menurut peneliti
  • Penelitian Kualitatif : 
    • Bersifat ilmiah dan menggunakan pengukuran numerik
    • Tujuan utamanya adalah menguji hipotesis
    • Pengumpulan data lebih terstruktur
    • Sample yang besar
    • Peneliti tidak ikut terlibat sehingga hasil penelitian bersifat objektif

 

Advertisements

“Join Dependency & Inference Rules dalam Functional Dependency”


Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang Join Dependency dan juga Inference Rules dalam konteks Functional Dependency.
 
Join Dependency adalah sebuah kondisi dimana sebuah tabel yang telah didekomposisi menjadi tabel-tabel kecil, harus bisa digabungkan (join) lagi membentuk tabel semula.
 
Contoh sederhananya adalah : 
 
Ada sebuah tabel “Pelanggan” yang terdiri dari beberapa atribut : 
 
Nomor antrian, nama pelanggan, nama barang
 
Tabel tersebut dapat kita pecah menjadi 2 tabel kecil dengan masing-masing atribut yang memiliki Join Dependency : 
 
Tabel “Pelanggan” : Nomor antrian, Nama pelanggan
Tabel “Barang” : Nomor antrian, Nama barang
 
Kita dapat menggabungkan kedua tabel tersebut kembali menjadi satu tabel seperti tabel yang semula diatas.
 
Inference rules merupakan bentuk logika yang berisi sebuah fungsi yang menggunakan premis dengan analisis sintaks, dan mengembalikan sebuah kesimpulan (conclusion). 
 
Salah satu contoh inference rules yang berhubungan dengan Functional Dependencies adalah Armstrong’s Axioms yang terdiri dari 7 aturan : 
 
– Refleksivity : Jika B adalah sebuah subset dari A, maka A -> B
 
– Augmentation : Jika A -> B, maka A,C -> B,C
 
– Transitivity : Jika A -> B dan B -> C, maka A -> C
 
– Self-Determination : A -> A
 
– Decomposition : Jika A -> B,C maka A -> B dan A -> C
 
– Union : Jika A -> B dan A -> C, maka A -> B,C
 
– Composition : Jika A -> B dan C -> D, maka A,C -> B,D

“JDBC : Java Database Connectivity”


java-jdbc

Kali ini saya akan membahas salah satu topik Web Programming, yaitu JDBC.

JDBC merupakan salah satu teknologi yang diciptakan oleh Oracle dimana teknologi ini merupakan sebuah Application Programming Interface untuk bahasa pemrograman Java. Dengan JDBC, client bisa mengakses sebuah database dan melakukan update data di dalam database. Databasenya bisa saja seperti MySQL atau MsAccess. JDBC ini mempunyai relasi dengan Web Apps dan DB Server.

Kegunaan utama JDBC itu adalah : 

1. Simultaneous Connection to Several / Single Database 

Kegunaan utama JDBC adalah melakukan koneksi secara bersamaan ke beberapa database atau satu database.

2. Transaction Management

Dengan JDBC, kita bisa memakai sintaks DDL, DML, TCL.

>Buat yang belum tahu atau mungkin lupa tentang DDL, DML, dan TCL :

>>DDL (Data Definition Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah CREATE, DROP, dan ALTER

>>DML (Data Modification Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah INSERT, UPDATE, DELETE, dan SELECT

>> TCL (Transaction Control Language) :

Dalam SQL, contoh sintaksnya adalah COMMIT, ROLLBACK, dan SAVEPOINT

3. Akses Metadata

Dengan JDBC, kita bisa mengakses metadata dimana pengertian Metadata itu sendiri adalah sebuah data yang mendekskripsikan data yang lainnya. Contoh mudahnya adalah atribut penerbit, tanggal modifikasi, tanggal dibuat, dan ukuran file yang membuat sebuah dokumen dapat dicari lebih mudah dengan melakukan filter pada atribut tersebut.

4. Mendukung Static & Dynamic SQL Statement

Apa bedanya Static SQL Statement dan Dynamic SQL Statement?

>Static SQL Statement berjalan sesuai dengan query yang telah kita buat.

>>Contoh Static SQL Statement :  SELECT * FROM MsCustomer WHERE CustomerName like ‘A%’

Penjelasan : Hasil yang ditampilkan adalah data yang pasti dengan nama Customer yang mengandung inisial ‘A’

>Dynamic SQL Statement berjalan secara dinamis atau tergantung dari inputan yang dilakukan oleh user dan biasanya pada query-nya mengandung unsur ‘?’

>> Contoh Dynamic SQL Statement : SELECT * FROM MsCustomer WHERE CustomerName like ‘+Name+’

Penjelasan : Hasil yang ditampilkan tergantung inputan user. Misalkan user menginput nama “Andi”, maka hasil yang keluar adalah data yang mengandung nama “Andi”. Begitu juga dengan inputan user yang lainnya.

Notes tambahan dalam topik JDBC : 

– Connection Pooling : Metode yang memanfaatkan Database supaya bisa dipakai oleh beberapa proses dan menghemat waktu (efisien)

– Tiga contoh deklarasi dalam JDBC :

>> Connection con = DriverManager.getConnection(www.url.com); //melakukan koneksi dari DriverManager ke alamat url yang dituju

>> Statement s = con.createStatement(); //membuat statement pada suatu object

>> ResultSet rs = s.executeQuery(SELECT * FROM Customer);  //menyimpan data dari hasil query SQL

“con”, “s”, dan “rs” kita anggap seperti nama singkatnya sehingga saat kita ingin memanggil fungsi dari mereka, maka kita hanya perlu mengetik inisial tersebut dan hasilnya akan sama (fungsinya seperti define).

Dalam ResultSet, ada 2 perbedaan dalam eksekusi SQL Statement yang kita gunakan sesuai kebutuhan :

>>> executeQuery(SQL Statement) :

Digunakan saat ingin memakai fungsi SELECT

ReturnType : ResultSet

>>> executeUpdate(SQL Statement) :

Digunakan saat ingin memakai fungsi INSERT, UPDATE, DELETE, CREATE, dan DROP

ReturnType : Int

———————————————————–End——————————————————————

*Sekian pembahasan singkat tentang JDBC, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Don’t forget to “Follow this blog” to stay connected with my wordpress 🙂

**Jika ada informasi yang salah atau ingin sekedar bertanya silakan comment di bawah, I would reply it as soon as I see it.

Thanks for reading 🙂

%d bloggers like this: